Posts

TAKUCE LEWE-LEWE (2)

Image
Dafuq. Ketat betol peraturan dalam komplek pabrik, saat istirahat kami tidak boleh mengeluarkan suara dengan oktaf yang tinggi. Kami tidak boleh menggunakan listrik dimanapun termasuk di WC padahal semua hp sudah low bat. Siang itu kami ditemani nasi uduk Bu De yang rasanya sangat enak.
Sebelumnya -> TAKUCE LEWE-LEWE (1)
          Kami diterima oleh Boyke Freidrerick  salah satu pegawai bidang hubungan masyarakat. Pemegang saham PT. Inalum memang terdiri dari empat warga Jepang, namun memasuki kawasan pabrik kami tidak dianjurkan untuk bergaya ala tentara Jepang namun hanya diwajibkan menggunakan helm. Penjelasan sangat lengkap kami dapatkan dari setiap pekerja pabrik karbon, reduksi, dan penuangan.           Kita nginap di Mess daerah Tanjung Gading sekitar 12 km dari pabrik peleburan. Perut memang dalam keadaan lapar, gorengan siap santap tersedia diatas meja makan dan yang tersisa hanya cabe hijau. Lelah berkunjung pabrik, sore itu ada yang beristirahat dan ada juga yang…

TAKUCE LEWE-LEWE (1)

Image
          Hal yang melatarbelakangi seorang Zulfan Helmi mengikuti serangkaian acara kunjungan industri ke PT. Indonesia Aluminium Asahan Sumatera Utara dan kunjungan HIMTI FT USU adalah untuk menambah pengetahuan penulis dan membuka pikiran penulis untuk lebih terbuka tentang dunia industri. Sambungannya -> pada awalnya dalam keadaan tidak ada dana tapi . . . . . . . ya kita bahas dibawah aja.           Sebagai mahasiswa yang taat pada perkuliahan, kami tetap melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Namun tidak untuk teman kita yang bernama M. Riza. Beliau sejak pagi hari sudah packing dan berharap kunjungan kali ini dilepas oleh Dekan FT. hehehehehehe
          Hari Pertama itu tanggal 10 April 2013 kita semua udah siap-siap untuk berangkat ke Asahan Sumatera Utara yang akan memakan waktu 15 jam *wasting too much time. Sebelum berangkat, pastinya segala sesuatu telah dipersiapkan; (1) PDL Teknik (2) Perlengkapan shalat (3) Sepatu safety (4) Alat mandi dan (5) Makanan ring…

0 Km Pulau Sumatera Indonesia? Aku Pernah Memanjakan Mataku Disana (2)

Image
Sahabat TI yang ikut ke Lhok Mata Ie berjumlah 19 orang dan akan bertambah bila adek-adek letingku dari angkatan 2012 sedang tidak mengikuti perkuliahan. Untuk menuju Pantai Lhok Mata Ie, harus melewati jalan setapak dan beberapa tanjakan dan turunan, diselingi dengan melewati dua padang ilalang, semak dan hutan lebat yang membuat medan ini susah dilalui. Pastas saja dulunya sempat tidak diperbolehkan untuk dikunjungi karena kelompok gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memilihnya sebagai salah satu lokasi persembunyian dan baru pada tahun 2005 satu persatu orang berani untuk mendaki. Sebelumnya ->  0 Km Pulau Sumatera Indonesia? Aku Pernah Memanjakan Mataku Disana (1)

Medan yang ditempuh memang sangat menantang, “No Mud, No Taste”. sepatu berselimut lumpur dan sol sepatu yang menipis membuat langkah mudah terpeleset karena lintasan sangat licin. Saat ½  perjalanan sudah ditempuh, Hevi kembali tumbang. Penyebab Hevi tumbang sampai dua kali karena tidak ada sarapan *nah, buat yang ma…

0 Km Pulau Sumatera Indonesia? Aku Pernah Memanjakan Mataku Disana (1)

Image
Sebuah Kisah hiking Dicky Ramadhan, Ramadhan Teja Kusuma, T. M. Hadi FS,Ryanda Ganesha Away, Rudi Pramana, Riyan Haikal, Rizki Rinaldi, Zulfan Helmi, Hadiansyah, T. M. Husaini, M. Iqbal, Hevi Safrina, Cut Intan, Rizqina Rosma, Zakiah Mourida, Ummi Safrianti, Indah Keumala, Nur Fajrin dan Irma Mutia.



Pergi ke 0 Km nya Pulau Sumatera bukan hal yang mudah bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Berbeda dengan 0 Km nya Indonesia yang terdapat di Pulau Weh yang akses menuju kesana memang sudah bagus dan bisa dilalui oleh kenderaan roda empat dan roda dua.
Hiking mungkin hal baru bagi ke 19 Sabahat TI pada Kamis, 7 Februari 2013. Kami berencana mengunjungi salah satu private beach yang ada di Aceh sekaligus tujuan wisata yang memang sangat berpotensi apabila dikembangkan yaitu Lhok Mata Ie yang terletak di balik bukit Ujong Pancu, Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar.


Ide untuk hiking ini timbul dari Hevi Safrina yang mengusulkan untuk liburan murah dan dekat dengan alam. Lhok Mata…

1 Om, 1 Pawang, 5 Bwaya (2)

Image
Rezeki memang gak bisa ditolak, memasuki Medan. Tetanya Luthfi menelpon untuk singgah ke resepsi pernikahan abang sepupu mereka dibilangan Sei Padang. Berbeda dengan kebiasaan di Aceh yang setiap resepsi itu hanya berlangsung sampai dengan ba’da Ashar. Saat itu Medan sedang gerimis, kami melanjutkan perjalanan ke daerah Setia Budi untuk mencari sepatu. Setelah pusing-pusing gak jelas. Kami memutuskan untuk ke Medan Plaza, suntuk masih sama seperti tempat sebelumnya. Carrefour juga bukan pilihan yang tepat untuk menghidupkan malam itu. Kami membuang 2 jam di Palladium 21. Untuk tempat selanjutnya <skip>. Karena malam masih panjang, ada kawan Hanif yang menunggu di Harapan, Harapan tak ubahnya food courtnya Banda Aceh di Blang Padang, namun ini buka hingga 24 jam. Kebanyakan yang jualan juga berasal dari Aceh dan mahir menyajikan kopi Aceh.
SEBELUMNYA!!!  1 Om, 1 Pawang, 5 Bwaya (1)

Nah, tiba waktunya 1 Om, 1 Pawang, 5 Bwaya ini mendadak menjadi gembel karena tidak tahu dimana mau m…

1 Om, 1 Pawang, 5 Bwaya (1)

Image
Sepulang dari Langsa daripada tidak melakukan apa-apa, Aku kemudian menulis kisah perjalanan 5 bwaya beberapa hari yang lalu. Apalagi belakangan ni Aku jarang menulis, sehingga blog ini sudah beberapa hari dibiarkan kosong tak terisi. *mendadak seperti blog tersedu-sedu

Tanggal 15 Desember 2012 00:04 WIB, Aku dan Sahabat TI 2011, Ulil Aidi, Hasri Ifanda, M. Aqmal hanif, hadiansyah, Lutfhi Malau, dan Agam, pergi ke Langsa. Ya ke Langsa salah satu kota besar karena sudah mendekati Medan ibukota Sumatera Utara. Keberangkatan kami ke Langsa tidak melainkan untuk menghadiri undangan Khitan adiknya Nabila Yudhisha yang bernama M. Aufar.

Kenapa kami harus pergi?, itu hanya pertanyaan konyol yang tak mesti dijawab, kekompakan yang diajarkan mentor saat Silaturahmi Aneuk Teknik (SIKAT) lah membawa kami sampai ke Langsa, walaupun kita tau sendiri ini sudah pertengahan bulan yang biasanya memasuki masa krisis. Kami menyewa mobil rental yang harga per harinya 300rb dan kami menyewa selama dua hari…